Budaya · 8 menit baca
Etiket Pura Bali (Versi Lengkap)
Semua yang ingin Anda tahu tentang berkunjung ke pura Hindu Bali dengan sopan, dari mengikat sarong hingga etiket upacara.
Mengapa etiket penting
Hindu Bali adalah agama yang hidup. Pura aktif digunakan. Pengunjung disambut, tetapi mengikuti etiket adalah bagian dari sambutan itu. Aturannya kecil dan mudah.
Pakaian — dasar
Bahu dan lutut tertutup. Sarong terikat di pinggang. Selendang di atas sarong di pinggang. Semua pura besar menyediakan keduanya di pintu masuk, sering termasuk dalam tiket. Pemandu akan mengikatkan dengan benar bila perlu.
Aturan menstruasi
Praktik tradisional meminta wanita haid tidak masuk halaman dalam (Jeroan). Halaman luar tidak masalah. Kebanyakan pura tidak bertanya, tetapi bila ditanya langsung jawablah jujur — pemandu akan mengarahkan menghindari area dalam.
Sesaji (canang sari)
Kotak daun lontar berisi bunga dan dupa. Ada di mana-mana — di ambang pintu, di mobil, di jalan. Jangan diinjak. Bila menghalangi, jalan memutar. Diganti tiap hari.
Upacara
Bila upacara berlangsung, menepi dan tonton dengan tenang. Jangan berdiri lebih tinggi dari yang sembahyang. Tanpa flash. Jangan berjalan di antara pemangku dan altar. Pemandu akan tahu kapan tepat mendekat.
Foto
Arsitektur: bebas, di mana saja. Pemangku atau keluarga yang sembahyang: selalu minta izin, anggukan kepala dianggap permintaan. Altar dalam saat upacara: umumnya tidak, tanyakan pemandu.
Pura yang patut disebut
Tirta Empul: berendam penuh disambut, tetapi pakai sarong khusus, bukan milik sendiri. Tanah Lot: altar dalam tertutup bagi non-Hindu, pemandangan dari tebing yang utama. Uluwatu: hati-hati monyet — simpan kacamata dan ponsel di tas.